<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.: One-stop Online Business Solution :.</title>
	<atom:link href="http://lewatmulut.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lewatmulut.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 Mar 2013 07:08:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Digital Supermarket : Let Store Come to People!</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/digital-supermarket-store-people/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/digital-supermarket-store-people/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:53:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=626</guid>
		<description><![CDATA[Di Korea Selatan, ada sebuah supermarket bernama Telco HomePlus yg menerapkan strategi digital marketing yg sangat inovatif demi meningkatkan penjualan. Misi : Menjadi supermarket no. 1 tanpa menambah jumlah outlet. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Di Korea Selatan, ada sebuah supermarket bernama Telco HomePlus yg menerapkan strategi digital marketing yg sangat inovatif demi meningkatkan penjualan.</p>
<p><strong>Misi</strong> : Menjadi supermarket no. 1 tanpa menambah jumlah outlet.<br />
<strong>Ide</strong> : Let the store come to people!<br />
<strong>Eksekusi</strong> : Menempelkan poster yg bergambar berbagai barang jualan mereka di sebuah terminal kereta bawah tanah dimana banyak orang lalu-lalang. </p>
<p><a href=http://s3.kkloud.com/gett/8nNcukB/creative%20online%20shopping.JPG.0x675.tihsxqevqqb5u3dipst4zmp7yjznz5mi.jpg"><img alt="creative online shopping" src="http://s3.kkloud.com/gett/8nNcukB/creative%20online%20shopping.JPG.0x675.tihsxqevqqb5u3dipst4zmp7yjznz5mi.jpg" title="creative online shopping" class="alignnone" width="594" height="211" /></a></p>
<p>Yang menarik adalah ini bukanlah poster biasa. Orang-orang dapat membeli barang yg tergambar di poster tersebut melalui ponsel masing-masing. Pembeli cukup meng-scan QR (Quick Response) Code di setiap barang. </p>
<p>QR Code merupakan kode yg sekilas mirip dengan barcode yg berbentuk batang. Perbedaannya adalah QR Code memiliki kapasitas lebih tinggi dalam menyimpan berbagai jenis data, seperti data numerik, alfabet, huruf kanji, hiragana, kode biner, dsb.</p>
<p><a href="http://s3.kkloud.com/gett/8nNcukB/barcode%20mobile%20marketing.JPG.0x675.apahubpr6w3o9a4i55woorjyidgta9k9.jpg"><img alt="barcode mobile marketing" src="http://s3.kkloud.com/gett/8nNcukB/barcode%20mobile%20marketing.JPG.0x675.apahubpr6w3o9a4i55woorjyidgta9k9.jpg" title="barcode mobile marketing" class="alignnone" width="614" height="187" /></a></p>
<p>Dengan strategi mobile marketing yg diintegrasikan dengan situs e-commerce <a href="http://tesco.com">Tesco.com</a>, maka Telco HomePlus sukses besar menciptakan <strong>Word of Mouth</strong> di kalangan rakyat Korea Selatan. Dalam sekejap jumlah anggota baru yg terdaftar di situs meningkat sebesar 76%. Dan jumlah online sales meningkat sebesar 130%.</p>
<p>Mungkin ini saatnya supermarket lokal meniru langkah Telco HomePlus dalam menciptakan gebrakan baru dalam strategi Experiential Marketing kepada pembeli. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/digital-supermarket-store-people/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>2014 : Saatnya Era Politik 2.0</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/2014-saatnya-era-politik-2-0/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/2014-saatnya-era-politik-2-0/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa 2 tahun lagi tahun 2014 yg berarti waktunya pesta demokrasi terbesar di negeri ini : Pemilu RI 1 &#38; 2. Gaungnya bahkan sudah kita rasakan akhir-akhir ini seperti [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/social-media-political-260.jpgg"><img class="alignnone" title="politik social media" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/social-media-political-260.jpg" alt="politik social media" width="260" height="190" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak terasa 2 tahun lagi tahun 2014 yg berarti waktunya pesta demokrasi terbesar di negeri ini : Pemilu RI 1 &amp; 2. Gaungnya bahkan sudah kita rasakan akhir-akhir ini seperti digadang-gadangnya Sri Mulyani sebagai capres melalui partai SRI, masuknya sang bos MNC Hary Tanoe untuk memperkuat kiprah Nasdem, isu Ani Yudhoyono sebagai pengganti SBY, dsb.</p>
<p style="text-align: justify;">Yg menarik disimak saat pesta demokrasi itu tiba adalah bagaimana strategi marketing politik yg akan dilancarkan oleh setiap calon. Ada yg menerapkan teknik konvensional seperti mengadakan orasi di suatu tempat beserta hiburannya yg tidak akan jauh-jauh dari goyangan &#8220;erotis&#8221; penyanyi dangdut. Namun ada pula yg menerapkan terobosan baru melalui pendekatan gerilya dan bawah tanah, yaitu <strong>Web 2.0 Campaign</strong>. Contoh strategi social media paling anyar adalah di tahun 2008 saat Obama memenangkan pemilu dengan sangat fenomenal, seorang kulit hitam yg dapat menjadi presiden di negara adidaya yg dulunya terkenal dengan &#8220;rasisme hitam&#8221;. Saat itu Obama menjadikan teknologi Web 2.0 sebagai senjata utamanya seperti :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Membangun website pribadi <a href="http://barackobama.com" target="_blank">barackobama.com</a> dan secara konsisten menyalurkan berbagai gagasannya di sana</li>
<li>45.000 follower di Twitter</li>
<li>Memiliki lebih dari 1.5 juta teman di MySpace &amp; Facebook</li>
<li>Mengupload video berbagai orasinya di YouTube beserta kumpulan foto kegiatan di Flickr</li>
<li>Intens menyapa voter potensial melalui Blackberry Messenger</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">See?! Era baru social media diyakini akan membawa perubahan signifikan dalam gaya berpolitik di Indonesia. Media komunikasi (internet) yg semakin horisontal membuat semua orang, khususnya kelas akar rumput dapat memiliki kesempatan yg sama dalam menyuarakan opini dan aspirasinya atas capres tertentu. <a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/social-media-politics.jpg"><img class="alignnone" title="politik social media" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/social-media-politics.jpg" alt="politik social media" width="223" height="285" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Saya akan coba rangkumkan beberapa strategi Politik 2.0 yg saya kutip dari timeline di twitter saya sendiri <a href="http://twitter.com/lewatmulut" target="_blank"><strong>@lewatmulut</strong></a> di hashtag <strong>#digitalbranding</strong>:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Bangun tim khusus yg dedicated, biasa disebut dengan <strong>Social Media Helpdesk</strong>.</li>
<li>Susun blueprint yg jelas dalam penggunaan berbagai fungsi dari tools social media agar tidak terjadi blunder.</li>
<li>Website pribadi dijadikan sebagai <strong>Head Office</strong>, semua informasi harus bersumber dari sana agar mudah pengelolaannya.</li>
<li>Facebook dapat dimanfaatkan untuk membangun komunitas yg kuat. Sering-seringlah berbagi konten dan diskusi dengan anggota grup FB.</li>
<li>Twitter harus dijadikan sebagai penghembus berita sehingga terjadi <strong>Buzz Marketing</strong>. Jangan lupa untuk konsisten me-link ke website pribadi di setiap tweet.</li>
<li>Jika perlu gunakan jasa para buzz-er yg punya kredibilitas &amp; pengaruh tinggi sebagai jembatan dari penyampaian visi capres.</li>
<li>Tim secara berkala memantau perkembangan berita di forum, seperti Kaskus dan blog-blog berpengaruh lainnya. Hal ini bertujuan agar tim dapat sesegera mungkin meng-counter berita negatif yg cenderung cepat berhembus &amp; menyebar luas di internet.</li>
<li>Satu tips penting : Jangan pernah berhenti untuk terus berdiskusi dengan para blogger, tweeps, facebook-ers, dsb. Karena saat itu akan terjadi perang visi &amp; gagasan yg intens antar para capres di social media. Gagasan yg menarik dan akan memenangkan hati bukanlah gagasan yg sangat idealis &amp; membumbung tinggi, namun gagasan yg membumi, konkrit &amp; mampu dipahami oleh semua orang (dengan level pendidikan yg rendah sekalipun). <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Menarik utk melihat sepak terjang capres &amp; tim marketingnya pada pemilu 2014 nanti. Last word from me : <strong>Enjoy the New Style of Indonesia Politics 2.0!</strong> <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/2014-saatnya-era-politik-2-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teknik Antrian Mengundang Nikmat</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/teknik-antrian-mengundang-nikmat/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/teknik-antrian-mengundang-nikmat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=604</guid>
		<description><![CDATA[Pernah tidak ketika kita melewati restoran/kafe di pinggir jalan yg sangaatttt sepi bahkan kosong melompong. Jujur kalau saya sedang hunting makanan pasti akan pikir-pikir kalau memilih restoran yg sepi dan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/j-co.jpg"><img alt="antrian jco" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/j-co.jpg" title="antrian jco" class="alignnone" width="320" height="240" /></a></p>
<p>Pernah tidak ketika kita melewati restoran/kafe di pinggir jalan yg sangaatttt sepi bahkan kosong melompong. Jujur kalau saya sedang hunting makanan pasti akan pikir-pikir kalau memilih restoran yg sepi dan sering berpikir : &#8220;<em>Wah, makanannya pasti gak enak nih, sepi gini gak ada yg mau makan di sini</em>&#8220;.</p>
<p>Kondisi ini pasti sering dihadapi oleh pengusaha kuliner yg baru terjun dan tidak memiliki modal yg kuat untuk mempromosikan usahanya sehingga cenderung pasif menunggu pelanggan. Oleh karena itu saya akan coba sharing salah satu teknik psikologi antimarketing yg cukup efektif untuk menarik banyak pelanggan, yaitu <strong>Teknik Antrian</strong>.</p>
<p>Jadi inti dari teknik ini adalah dengan menciptakan antrian yg panjang sehingga membuat orang-orang yg lewat depan restoran kita akan penasaran dan terpancing rasa ingin tahunya untuk ikutan mencoba. Hal ini juga didukung oleh fakta unik mengenai karakter sebagian besar masyarakat Indonesia yg cenderung suka &#8220;ikut-ikutan&#8221;. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Caranya? Cukup minta tolong kepada teman-teman atau saudara kita sekitar 10-15 orang untuk berpura-pura antri mengular ke belakang di depan restoran saat siang hari (jam makan siang). Lalu suruh mereka untuk berakting seperti orang yg tidak sabaran saat antri, contohnya seperti teriak-teriak : &#8220;<em>Woyy, cepetan donk saya udah laper banget nih pengen makan ayam yg maknyuss!</em>&#8220;. Gimana cukup sederhana bukan?  </p>
<p>Sebenarnya teknik antrian ini telah diterapkan oleh J.CO Donuts. Mereka memang mendesain kondisi outletnya sedemikian rupa agar tercipta antrian yg mengular. Namun mereka juga menjaga agar antrian tersebut tidak terlalu panjang sehingga menyebabkan pelanggan kesal.</p>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/parkir-mobil.jpg"><img alt="teknik parkir" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/parkir-mobil.jpg" title="teknik parkir" class="alignnone" width="285" height="214" /></a></p>
<p>Ada juga modifikasi dari teknik ini yang disebut dengan <strong>Teknik Parkir Mobil</strong>. Kalau kita punya space halaman parkir yg cukup luas, coba pinjam mobil teman atau saudara kita untuk diparkir di halaman restoran. Ini juga salah satu teknik yg memainkan sugesti orang-orang yg lewat untuk berpikir bahwa restoran tersebut ramai dikunjungi. Untuk menambah kesan ramai, setel lagu keras-keras yg bernuansa &#8220;happy&#8221; dari dalam restoran.</p>
<p>So, selamat mencoba dan jangan lupa traktir makan saya kalau sudah sukses, hehehe.. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/teknik-antrian-mengundang-nikmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Seri 3] Rahasia Sukses Negoisasi &amp; Jualan</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-3-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-3-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:31:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Jualan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=602</guid>
		<description><![CDATA[Yak ini seri terakhir dari rahasia sukses jualan &#038; negoisasi. Di sini akan dibahas sekaligus 2 teknik terakhir, yaitu Give Solution dan Close the Sale. 1. Give Solution Sebelum memberikan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Yak ini seri terakhir dari rahasia sukses jualan &#038; negoisasi. Di sini akan dibahas sekaligus 2 teknik terakhir, yaitu Give Solution dan Close the Sale.</p>
<h2>1. Give Solution</h2>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/solution.png"><img alt="give solution" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/solution.png" title="give solution" class="alignnone" width="449" height="337" /></a></p>
<p>Sebelum memberikan solusi kepada pelanggan dengan produk yg kita tawarkan, harus dicermati dulu <strong>positioning pribadi</strong> kita ada di mana, sebagai Salesman, Konsultan atau Expert.</p>
<p>Perbedaannya adalah kalau kita merasa sebagai seorang Expert, berarti kita mengetahui seluk beluk bidang/produk yg kita tawarkan. Tidak hanya itu, kita juga punya kapabilitas untuk membandingkannya dengan produk lain serta dengan baik menjelaskan diferensiasinya.</p>
<p>Sebenarnya status Salesman, Konsultan atau Master itu tidak hanya dilihat dari jabatan atau ijazah sarjana belakan, namun lebih kepada pengalaman &#038; cara penyampaian kita kepada pelanggan. Makanya tidak jarang ditemui seseorang yg jabatannya hanya salesman tapi cara penyampaiannya seperti seorang pakar yg sangat ahli, apalagi jika didukung dengan penampilannya yg ciamik. Beuh! Makin terbuai deh tuh pelanggan. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok itu dari sisi positioning pribadi. Intinya adalah kita harus tahu betul kemampuan kita sampai di mana saat jualan/negoisasi. Jangan sampai terkesan &#8220;sok tahu&#8221; yg nantinya justru bisa berakibat fatal. Pelanggan tidak akan percaya lagi dengan kita.</p>
<p>Nah lanjut, setelah tahu positioning pribadi, baru kita tawarkan solusi dari produk kita kepada pelanggan. Dan caranya adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Ultimate Advantage</strong> : Berikan pelanggan nilai tambah dari produk kita dibandingkan yg lain.<br />
Contoh : Kalau jual apartemen, beri tahu kalau ada service++ seperti cuci baju gratis selama sebulan, setiap pagi disajikan susu murni, dsb.</li>
<li><strong>Sensational Offer</strong> : Ada penawaran sensasional yg dierikan (tipsnya walaupun sebenarnya tidak terlalu sensasional tapi bungkuslah agar seheboh mungkin agar pelanggan terkesima).<br />
Contoh : Diskon 90% hanya 1 hari, Langsung hadiah mobil tanpa diundi (ini beneran sensational, hehe.. :p)</li>
<li><strong>Powerful Promise</strong> : Terkait dengan janji yg kita berikan kepada pelanggan kalau jadi membeli.<br />
Contoh : Garansi duit kembali 100%</li>
</ol>
<h2>2. Close the Sale</h2>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/close.jpg"><img alt="close sale" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/close.jpg" title="close sale" class="alignnone" width="425" height="282" /></a></p>
<p>Teknik ini dilakukan jika pelanggan sudah hampir 90% akan deal dengan kita. Tapi hati2 karena masih ada 10% kemungkinan pelanggan tidak jadi, makanya harus benar2 diperhatikan teknik ini agar tidak kecolongan.</p>
<p>Teknik yg pertama adalah dengan menggunakan <strong>nada suara yg rendah tapi mantap</strong>. Soalnya kalau pake nada suara yg tinggi (walaupun meyakinkan), biasanya secara psikologis pelanggan merasa seperti ditantang maka efeknya jadi kurang baik.</p>
<p>Yg kedua adalah mengenai <strong>klarifikasi &#038; konfirmasi</strong>. Jangan gunakan pertanyaan yg dapat memancing pelanggan akhirnya menjawab &#8216;Tidak&#8217;.<br />
Contoh (jualan apartemen) : <em>&#8220;Ok, Bapak jadi kan beli apartemen ini?&#8221;</em></p>
<p>Nah pertanyaan di atas dapat memancing pelanggan untuk berpikir ulang apakah jadi membeli apartemen tersebut. Makanya tidak usah sok basa-basi bertanya lagi kalau memang sebelumnya pelanggan sudah setuju.</p>
<p>Atau jika memang ingin tetap berbasa-basi, gunakan pertanyaan yg dua2nya jawabannya &#8220;Ya&#8221;.<br />
Contoh (jualan apartemen) : <em>&#8220;Jadi Bapak ingin dinding apartemennya biru atau merah nih?&#8221;</em></p>
<p>Gimana sudah menangkap kan maksudnya. Walaupun ini terkesan sepele tapi terkadang dapat berakibat fatal juga. Seringkali negoisasi yg harusnya sudah hampir 100% berhasil, tiba2 kecolongan di menit-menit akhir gara2 satu pertanyaan &#8216;bodoh&#8217;. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok, sekian sharing dari saya mengenai 3 Seri dari Rahasia Sukses Jualan &#038; Negoisasi. Untuk yg sudah berkecimpung di dunia bisnis/marketing dapat langsung dipraktekkan maupun bisa jadi wawasan tambahan.</p>
<p>Good Luck 4 u all! <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-3-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Seri 2] Rahasia Sukses Negoisasi &amp; Jualan</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-2-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-2-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:31:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Jualan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Inilah yg ditunggu2 rahasia sukses yg kedua yaitu Building Need (membangun kebutuhan). Nah sebelumnya saya ingin menjelaskan mengenai 2 kebutuhan dasar manusia. Ini penting agar kita bisa tahu kebutuhan sebenarnya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah yg ditunggu2 rahasia sukses yg kedua yaitu <strong>Building Need (membangun kebutuhan)</strong>. </p>
<p>Nah sebelumnya saya ingin menjelaskan mengenai 2 kebutuhan dasar manusia. Ini penting agar kita bisa tahu kebutuhan sebenarnya dari setiap orang di muka bumi ini.</p>
<p><strong>
<ol>
<li>Kebutuhan yg pertama : Menghindari Kesengsaraan &#038; Rasa Sakit</li>
<li>Kebutuhan yg kedua : Mengejar Kenikmatan</li>
</ol>
<p></strong></p>
<p>2 kebutuhan di atas merupakan kebutuhan yg benar2 paling dasar sehingga dapat kita manfaatkan untuk meyakinkan orang agar mau nurut dan membeli produk yg ditawarkan. Untuk prosentase besarnya kebutuhan yg pertama 80% sedangkan yg kedua 20%.</p>
<p>Kenapa yg pertama 80%? Karena manusia itu lebih takut kehilangan daripada mendapatkan sesuatu. Biar lebih yakin saya beri sedikit contoh. Misalkan ada 2 kasus :</p>
<p>a. Kamu bawa uang 10 juta dalam tas. Ceritanya kamu sedang naik perahu nih eh tiba2 tasnya jatuh ke sungai yg cukup dalam padahal kamu sama sekali tidak bisa bisa berenang.</p>
<p>b. ada uang 10 juta yg ditenggelamkan ke dalam sungai. Bagi yg ingin mengambil dipersilakan asal berani nyemplung ke air. Tapi kamu tidak bisa berenang.</p>
<p>Nah sekarang saya tanya, kira2 dari kasus 1 dan 2, situasi mana yg akan membuatmu nyebur ke sungai padahal kamu tahu tidak bisa berenang?<br />
Sebagian besar pilihannya pasti kasus yang pertama. Nah ilustrasi ini sedikitnya menunjukkan fenomena tersebut. </p>
<p>Lanjut ya. Ok sekarang kita sudah tahu 2 kebutuhan dasar manusia beserta prioritasnya. Lalu bagaimana cara memanfaatkannya? Caranya adalah dengan menggunakan sifat manusia lainnya, yaitu <strong>Greedy (serakah)</strong>. </p>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/greedy.jpg"><img alt="serakah" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/greedy.jpg" title="serakah" class="alignnone" width="400" height="420" /></a></p>
<p>Contoh :</p>
<p>Sering denger iklan yg cara marketing-nya seperti ini :<br />
<em>- Bagi 5 pembeli pertama akan dapat diskon 70 %<br />
- Pembelian yg dilakukan sebelum tanggal 8 Januari, akan dapat bonus hadaiah piring cantik<br />
- Beli 10 gratis 5<br />
- Ajak 3 temanmu untuk makan di restoran ini &#038; cukup bayar untuk 1 orang<br />
- dsb, dsb, dsb<br />
</em></p>
<p>Saya yakin kalian pasti tidak merasa asing dengan berbagai tagline di atas. Tanpa disadari mereka sebenarnya sedang <strong>Teknik mempengaruhi orang dari Gak Mau &#8211;> Mau (Impulse Buying)</strong>. How?? Sabar2, pelan2 ya. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>Tadi kita sudah membahas tentang 2 kebutuhan dasar manusia, nah sekarang saya akan beri tahu lagi 6 kebutuhan manusia modern yg lebih detail.</p>
<ol>
<li>Butuh kepastian, kenyamanan &#038; keamanan</li>
<li>Butuh variasi &#038; hal2 yg baru</li>
<li>Butuh cinta, hubungan &#038; perasaan yg sm thd orang lain</li>
<li>Butuh unggul &#038; berbeda dr yg lain</li>
<li>Butuh tmbuh jd lebih baik (be better)</li>
<li>Butuh bermanfaat &#038; berkontribusi Untuk orang lain</li>
</ol>
<p>Dari 6 kebutuhan di atas, setiap manusia punya 1 kebutuhan yg paling dominan. Contohnya misalkan orang yg berjiwa sosial pasti dominan yg no. 6.</p>
<p>Balik lagi ke teknik cara pengaruhi orang dari G Mau &#8211;> Mau. Saya beri contoh saja ya, misalkan saya sedang jualan apartemen kepada seseorang namun orangnya agak kurang berminat.</p>
<p>Yg pertama akan saya lakukan adalah tanya sama dia apa yg paling penting dalam hidupunya. Misalkan dia jawab keluarga berarti orang tersebut memiliki kebutuhan dominan di no. 3. Nah berarti pendekatan yg akan dilakukan untuk orang tersebut adalah :</p>
<p>&#8220;Boleh tahu pak anaknya ada berapa?&#8221; Misalkan dia jawab punya 2 anak perempuan semua,<br />
&#8220;Oh pak, kebetulan sekali kami punya kamar yg cocok untuk putri Bapak. Di sebelah sana ada kamar yg suasananya sangat feminin pas skali untuk putrinya. Lalu di sebelahnya ada ruang keluarga bisa untuk kumpul dengan saudara2 dan bisa juga lho pak untuk barbeque bareng.&#8221;</p>
<p>Jadi intinya adalah kita sentuh orang tersebut pada kebutuhan yg paling penting dalam hidupunya. Gimana, sudah mulai terbayang? Hal ini berlaku juga untuk 5 kebutuhan lainnya. </p>
<p>Lalu misalkan kita sudah menggunakan teknik di atas, tapi trnyata masih tidak mempan. Caranya adalah dengan menggunakan <strong>Magic Question</strong> yg biasanya sangat ampuh :</p>
<p>&#8220;Supaya Bapak mau, apa sayaratnya?&#8221;</p>
<p>Nah ketika kita tanyakan ini, biarkan pelanggannya menjawab sendiri. Kita cukup diam saja dan tidak perlu sok2 memberikan contoh syaratnya apa. Ketika sudah dijawab, langsung kita counter balik. Jika kita bisa memenuhi syaratnya si pelanggan, 90% dia akan melakukan pembelian karena telah termakan omongannya sendiri. Secara tidak langsung kita sudah membuat untuk dia berjanji agar beli asalkan syaratnya terpenuhi. </p>
<p>Bagaimana, teknik yg menarik bukan? <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Atau setelah membaca tulisan ini, ada yg tiba merasa pernah diperlakukan seperti ini waktu dulu? Hehehe.. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok deh, itu dia teknik Building Need yg intinya bagaimana kita memanfaatkan sifat2 kebutuhan dasar manusia untuk diterapkan dalam pendekatan yg sifatnya negoisasi maupun tagline marketing produk.</p>
<p>Tunggu kelanjutannya di Seri 3, yaitu Give Solution. See u!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-2-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Seri 1] Rahasia Sukses Negoisasi &amp; Jualan</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-1-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-1-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:31:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[Teknik Jualan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit sharing tentang rahasia sukses negoisasi &#038; berjualan atau istilah kerennya : Sell Anything to Anyone at Anytime. Intinya ada 4 konsep, yaitu : Trust Building Need Give Solution Closing [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit sharing tentang rahasia sukses negoisasi &#038; berjualan atau istilah kerennya : <strong>Sell Anything to Anyone at Anytime</strong>. Intinya ada 4 konsep, yaitu :</p>
<ol>
<li>Trust</li>
<li>Building Need</li>
<li>Give Solution</li>
<li>Closing Sale &#038; Handling Objection</li>
</ol>
<p>Nah untuk Seri 1, akan saya bahas dulu mengenai Trust. Ok langsung saja ya. Trust itu pada intinya adalah membangun kepercayaan calon pelanggan terhadap kita sebagai penjual. Nah teknik Trust ini sendiri terbagi lagi menjadi 3, yaitu :</p>
<h2>1. Reputasi &#038; Referensi</h2>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/google-reputation.png"><img alt="reputasi" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/google-reputation.png" title="reputasi" class="alignnone" width="398" height="221" /></a></p>
<p>- Penampilan<br />
Ini berhubungan sekali dengan kesan pertama (<em>first impression</em>). Apa yg perlu diperhatikan terkait reputasi tentu saja yg pertama adalah penampilan. Iyalah masa pelanggan mau membeli dari orang yg baunya semerbak tong sampah <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Jadi di sini ungkapan Don&#8217;t Judge Book by Its Cover harus dibuang jauh-jauh ke laut. Orang akan benar2 menilai kita dari &#8216;sampul depan&#8217;. So, mulai sekarang penampilan benar2 harus diperhatikan sebelum siap tempur, minimal tampilannya <strong>klimis, flamboyan, dan eksotik</strong>.</p>
<p>- Jabatan<br />
Kemudian yg selanjutnya dengan gelar dan jabatan kita. Ini tercermin dari <strong>kartu nama</strong> yg kita berikan kepada pelanggan. Jadi usahakan jabatan yg tertera di kartu nama dibuat sekeren mungkin, contohnya : Senior Sales (padahal juniornya saja tidak ada :p). Intinya mainkanlah kata2 agar orang merasakan efek &#8216;Wow!&#8217; saat melihat kartu nama kita.</p>
<p>- Prestasi<br />
Lalu teknik selanjutnya adalah dengan catatan prestasi. Pastinya pelanggan lebih percaya donk dengan orang yg memiliki banyak prestasi daripada yg tidak. Tapi tenang saja, walaupun tidak punya prestasi setinggi langit secara personal, tetap bisa diakalin. Caranya dengan menggunakan <strong>testimoni</strong>. Misalkan kita punya pelanggan yg puas dengan produk kita, nah itu jangan disia-siakan. Minta testimoninya, lalu tempel deh di mana2, di website, dinding kantor, profil twitter/fb, dsb. Lebih bagus lagi kalau yg memberikan testimoni orang2 terkenal seperti artis/pejabat. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2>2. Keakraban &#038; Kemiripan</h2>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/mirip.jpg"><img alt="mirip" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/mirip.jpg" title="mirip" class="alignnone" width="320" height="250" /></a></p>
<p>Nah, teknik kedua ini menurut saya cukup unik. Karena teknik ini bisa juga diterapkan untuk negoisasi. Keakraban &#038; kemiripan maksudnya kita melakukan proses penyamaan (<em>mirroring</em>) terhadap lawan bicara. Apa saja yg disamakan? Check it out.</p>
<p>- Topik<br />
Kita bisa melakukan <strong>persamaan topik</strong> dengan calon pelanggan, misalnya tentang hobi, asal daerah, dsb. Biasanya persamaan hobi adalah yg paling efektif. Makanya sebelum negoisasi atau jualan, usahakan berbasa-basi dulu dengan tanya hobi. Kalau kebetulan hobinya sama, wah syukur alhamdulillah. Tapi kalau tidak pun sama2in aja deh. :p </p>
<p>- Gerakan<br />
Di sini kita berusaha <strong>meniru gerakan lawan bicara</strong>. Karena tanpa disadari, dari alam bawah sadarnya lawan bicara akan lebih menerima orang yg memiliki kesamaan gerakan dengan dia sewaktu berbicara. </p>
<p>Caranya??<br />
Yg pertama adalah dengan <strong>menyamakan tarikan nafas</strong>. Kalau misalkan cepat ikutin cepat, kalau lambat ikutin lambat. </p>
<p>Yg kedua adalah dengan <strong>menyamakan posisi dengan selisih 3-10 detik</strong> dari waktu gerakan dia memulai. Jadi kalau misalkan dia tiba2 kakinya dilipat, maka 10 detik kemudian usahakan kaki kita jg dilipat. Atau ketika dia mengubah posisi duduk, 10 detik kemudian kita juga mengikuti posisi duduknya dia. </p>
<p>Yg ketiga adalah dengan <strong>menyamakan kualitas suara</strong> kita. Kalau kecepatan bicaranya cepat/lambat, kita ikuti juga cepat/lambatnya.</p>
<h2>3. Konkruen</h2>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/konkruen.jpg"><img alt="konkruen" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/konkruen.jpg" title="konkruen" class="alignnone" width="450" height="331" /></a></p>
<p>Teknik ketiga ini terkait dengan ekspresi wajah saat berbicara. Jadi kalau dalam proses deal atau memberikan janji tentang produk yg ditawarkan, usahakan raut muka yg ditunjukkan benar2 serius, jangan sampai terkesan cengengesan. Intinya <strong>sesuaikan ekspresi dengan situasi yg sedang terjadi</strong>. Kalau lawan bicara menghendaki kita serius, ya berarti serius namun kalau memang suasananya santai, senyam-senyum sedikit it&#8217;s ok lah. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ok, itu mungkin sharing dari saya mengenai konsep TRUST, yaitu membangun kepercayaan terhadap calon pelanggan agar mereka terlebih dulu percaya secara personal terhadap kita. </p>
<p>Yap, utk konsep selanjutnya : Building Need, nanti masuk di Seri 2. See u! <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/seri-1-rahasia-sukses-negoisasi-jualan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guerilla (bukan Gorila) Advertising</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/guerilla-bukan-gorila-advertising/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/guerilla-bukan-gorila-advertising/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Strategi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=597</guid>
		<description><![CDATA[Pernah denger istilah Guerilla Marketing (GM)? Ini adalah salah satu strategi promosi yg tidak biasa, aneh, gokil dan berada di tempat yg tidak disangka2 sehingga sering membuat orang berkata : [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah denger istilah Guerilla Marketing (GM)? Ini adalah salah satu strategi promosi yg tidak biasa, aneh, gokil dan berada di tempat yg tidak disangka2 sehingga sering membuat orang berkata : &#8220;Gila, kepikiran aja ya buat kaya gitu!&#8221;</p>
<p>Nih contohnya :</p>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/guerilla-barbecue.jpg"><img alt="barbecue ads" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/guerilla-barbecue.jpg" title="barbecue ads" class="alignnone" width="450" height="323" /></a></p>
<p>Dengan memanfaatkan tutup saluran air yg diibaratkan seperti panggangan barbeque, Vijay mengiklankan jasanya &amp; tidak lupa no. kontak yg dapat dihubungi.</p>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/guerilla-watch.png"><img alt="watch ads" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/guerilla-watch.png" title="watch ads" class="alignnone" width="496" height="372" /></a></p>
<p>Pernah kebayang gak kalau pegangan tangan di bus Trans Jakarta didesain seperti jam tangan. Yg memegang akan terkesan keren &amp; menciptakan kesan yg sungguh membekas dan syukur2 malah jadi pengen beli jam tangan.</p>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/guerilla-hair.jpg"><img alt="concert ads" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/guerilla-hair.jpg" title="concert ads" class="alignnone" width="360" height="400" /></a></p>
<p>Iklan musik yg memanfaatkan tempat duduk publik shg seakan2 orang bergaya layaknya vokalis kribo, hehe..</p>
<p>See? How great the impact of Guerilla Marketing! <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Intinya bagaimana sekreatif mungkin memanfaatkan objek-objek di lingkungan sekitar sbg media promosi kita. Strategi ini memang sering digunakan oleh perusahaan2 kecil yg tidak sanggup menyaingi marketing budget perusahaan2 besar.</p>
<p>Efek yg ditimbulkan oleh strategi ini terkadang memiliki efek <strong>BUZZ Marketing</strong> yg lebih dahsyat dibanding media konvensional biasa spt spanduk, billboard, commercial tv, dsb. Orang2 akan lebih antusias menceritakan hal &#8220;aneh&#8221; yg baru mereka temui di jalan sewaktu perjalanan pulang.</p>
<p>Walaupun terkesan nyeleneh, tetap harus dibangun konsep yg jelas jika ingin menciptakan Guerilla Marketing. Berikut step-by-step yg harus diikuti :</p>
<ol>
<li>Temukan ciri khas dari produk Anda, misalkan dari sisi bentuk, warna atau fitur. Contoh : warna putih dari produk odol.</li>
<li>Cari media yg pas dengan ciri khas produk yg berada di media publik. Contoh : warna garis2 putih di zebra cross identik dengan warna putih dari produk odol kita.</li>
<li>Eksekusi dg cantik, jgn terkesan malah merusak keindahan fasilitas publik.</li>
<li>Cantumkan no. kontak spt FB, Website, Twitter, dsb. Lebih baik integrasikan dg social media, jgn langsung mencantumkan nama &amp; no. hp.</li>
<li>Yg terakhir pastikan bahwa strategi kita sudah mendapatkan izin dari pemda setempat  ya <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Inilah salah satu alternatif strategi gokil nan kreatif yg menunjukkan bahwa promosi itu tidak melulu hanya iklan TV, radio, billboard, dsb. <strong>There are thousands of (gokil) way to sell ur product!</strong> <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/guerilla-bukan-gorila-advertising/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Online Brand Ambassador</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/online-brand-ambassador/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/online-brand-ambassador/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 May 2012 00:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Branding]]></category>
		<category><![CDATA[Teori Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=595</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini New York Times dan Latitude Research membuat penelitian berjudul &#8220;The Psychology of Sharing&#8221;. Jadi penelitian ini tujuannya untuk menggali kenapa sih orang mau berbagi konten di dunia maya? [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini New York Times dan Latitude Research membuat penelitian berjudul <strong>&#8220;The Psychology of Sharing&#8221;</strong>. Jadi penelitian ini tujuannya untuk menggali kenapa sih orang mau berbagi konten di dunia maya?</p>
<p>Dengan menggunakan sampel 2.500 responden pengguna online dari New York, Chicago, dan San Francisco, berikut hasil pengelompokkan tipe pengguna internet berdasarkan motivasi mereka dalam berbagi konten :</p>
<ol>
<li>
<strong>Altruists</strong> : membagikan konten krn ingin membantu (helpful) dan ingin dikenal sbg sumber informasi yg kredibel. Biasanya menggunakan FB &#038; Milis.</li>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/altruists.jpg"><img alt="altruists" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/altruists.jpg" title="altruists" class="alignnone" width="241" height="256" /></a></p>
<li>
<strong>Careerists</strong> : mereka adalah seorang dg tingkat pendidikan yg tinggi dan ingin mendapatkan reputasi dg membagikan konten full of knowledge yg cenderung serius &#038; profesional. Lebih suka menggunakan LinkedIn &#038; Milis.</li>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/careerist.jpg"><img alt="careerists" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/careerist.jpg" title="careerists" class="alignnone" width="209" height="263" /></a></p>
<li>
<strong>Hipsters</strong> : generasi muda yg hidup di era informasi. Mereka sangat antusias dan enjoy dg Twitter &#038; FB dengan membagikan konten yg unik, keren, dan kreatif. Mereka berbagi karena ingin membangun identitas (eksis) di dunia maya. Suka dg semua bentuk media sosial, seperti FB, Twitter, Tumblr, milis, dsb.</li>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/hipsters.jpg"><img alt="hipsters" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/hipsters.jpg" title="hipsters" class="alignnone" width="240" height="180" /></a></p>
<li><strong>Boomerangs</strong> : tipe pencari feedback atas konten yg disebarnya di internet. Mereka cenderung hanya ingin mendapatkan traffic dari konten utk mendapatkan keuntungan material. Suka dengan semua bentuk media sosial.</li>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/boomerangs.jpg"><img alt="boomerangs" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/boomerangs.jpg" title="boomerangs" class="alignnone" width="223" height="247" /></a></p>
<li><strong>Selectives</strong> : Orang yg sangat selektif, berpikir serius atas konten apa yg akan dibagikan dan kepada siapa akan dibagikan. Mereka suka menampilkan ciri khas mereka dalam kemasan konten yang dibagikan, dan berharap respon dari pengguna lain. Biasanya hanya menggunakan milis.</li>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/selectives.jpg"><img alt="selectives" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/selectives.jpg" title="selectives" class="alignnone" width="255" height="234" /></a></p>
<li><strong>Connectors</strong> : Mereka menganggap kegiatan berbagi sebagai cara untuk tetap terhubung dg pengguna lain dalam jaringan. Mereka menikmati kegiatan berbagi, melakukannya kapan mereka anggap itu perlu. Biasanya menggunakan FB atau email.</li>
<p><a href="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/connectors.jpg"><img alt="connectors" src="http://i833.photobucket.com/albums/zz256/radixpower/LewatMulut/connectors.jpg" title="connectors" class="alignnone" width="250" height="250" /></a></p>
</ol>
<p>Nah, sekarang kita sudah tahu tipe motivasi orang dalam membagikan konten. Setelah itu saatnya mengidentifikasi karakter mana yg cocok utk menjadi Brand Ambassador dari produk kita tergantung dari aktivitas marketing saat itu, yaitu :</p>
<ol>
<li><strong>Product Launching</strong> &#8211; serahkan kepada the Hipsters &#038; Boomerangs karena di saat ini dibutuhkan seorang <em>buzz marketer</em> yg sangat aktif dan tidak selektif terhadap konten apapun yg mereka bagikan. Tarik perhatian mereka dengan tweet-tweet yg cenderung provokatif, contohnya seperti &#8220;jgn beli produk baru ini karena bisa ketagihan! no RT plis&#8221;, biasanya justru mereka dengan senang hati akan me-retweet atau share kepada para follower <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Complaint/Negative Feedback Handling</strong> &#8211; cocok dengan the Altruists yg helpful sehingga akan cenderung lebih soft dalam menangani komplain.</li>
<li><strong>Product Communication</strong> &#8211; dengan tingginya kualitas konten yg dapat mereka berikan secara profesional, the Careerists dan Selectives dapat mengedukasi pelanggan maupun calon pelanggan mengenai berbagai macam hal terkait produk atau sekedar tips2 menarik. Biasanya diwujudkan dalam bentuk Blog.</li>
<li><strong>Retention Program</strong> &#8211; the Connectors akan berperan layaknya jejaring laba-laba yg siap menjaga loyalitas pelanggan dengan selalu mengkomunikasikan update2 terbaru dari produk atau bahkan hanya sekedar say &#8220;halo, apa kabar!?&#8221; di FB dan Twitter <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</li>
</ol>
<p>Ketika kita mampu menaruh agen marketing <em>the right person in the right place in the right time</em>, pastinya kegiatan branding online akan jauh2 lebih efektif dalam meningkatkan engagement pelanggan terhadap produk kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/online-brand-ambassador/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mesin Persahabatan Coca-Cola</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/mesin-persahabatan-coca-cola/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/mesin-persahabatan-coca-cola/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 00:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Studi Kasus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Tidak usah banyak kata, just enjoy video strategi Marketing Coca-Cola di Friendship Vending Machine. Saya jamin pasti merinding habis nontonnya, hehehe.. THE BEST RESULT Making Friends Get Together to Celebrate [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak usah banyak kata, just enjoy video strategi Marketing Coca-Cola di Friendship Vending Machine. Saya jamin pasti merinding habis nontonnya, hehehe.. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p align='center'>
<strong>THE BEST RESULT</strong><br />
<strong>Making Friends Get Together to Celebrate Their Day</strong>
</p>
<p><iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/YnkzUbY_ccI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Coca-cola menerapkan strategi anti-marketing yg sangat hebat. Vending machine yg tinggi &#038; besar tentu saja menyulitkan orang-orang untuk membeli yg secara logika pasti tingkat penjualan akan menurun. Namun kenyataannya tidak seperti itu, orang-orang justru lebih bersemangat untuk memanjat dengan bantuan temannya.</p>
<p>Wow! Eksekusi yg sangat indah karena sesuai sekali dengan tagline <strong>&#8220;Friendship&#8221;</strong> yg diusung oleh Coca Cola.</p>
<p><em>(saya tidak habis pikir bagaimana mereka mendapatkan ide sebrilian itu)</em></p>
<p>Strategi marketing yg gokil tersebut mencetak prestasi  :</p>
<ul>
<li>800 cokes terjual dalam 9 jam di setiap vending machine</li>
<li>cokes yg terjual sebesar <strong>1075%</strong> lebih banyak dibandingkan dengan vending machine biasa</li>
<li>Ribuan komentar di blog &#038; social network &#8211;> Create (really) Huge Word of Mouth</li>
</ul>
<p>Be inspired, my friends! <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/mesin-persahabatan-coca-cola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Future Technology 2020</title>
		<link>http://lewatmulut.com/2012/05/future-technology-2020/</link>
		<comments>http://lewatmulut.com/2012/05/future-technology-2020/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 00:44:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Digital Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lewatmulut.com/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[Iseng-iseng ke Youtube dan melihat what world will be like in next 9 years. Setelah saya selesai menontonnya, sepertinya teknologi kita sudah siap dan mungkin tidak perlu menunggu hingga 2020 [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Iseng-iseng ke Youtube dan melihat <em>what world will be like in next 9 years</em>. Setelah saya selesai menontonnya, sepertinya teknologi kita sudah siap dan mungkin tidak perlu menunggu hingga 2020 untuk dapat merasakan keindahan dunia digital di sekeliling kita.</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/uug8m0BHzZo" frameborder="0" width="560" height="315"></iframe></p>
<p style="text-align: justify;">Apakah Indonesia siap dengan semua teknologi tersebut? Saya optimis kita dapat mencapainya dengan tumbuhnya berbagai startup digital yg mengeluarkan berbagai produk inovatif dan model bisnis yg keluar dari pakem-pakem konvensional. Lihat saja bagaimana kreatifnya bisnis para pemenang <a href="http://www.sparxup.com/winners"><strong>SparX Up Awards 2011</strong></a>. Ada Bistip.com sebagai platform yg memungkinkan orang untuk menitip barang dari traveller di luar negeri, kemudian ada juga Ngomik.com sebagai salah satu portal komik terbesar di Indonesia, dsb..dsb..</p>
<p style="text-align: justify;">Yg sekarang perlu dilakukan agar digital startup tidak mati adalah membuat sebuah inkubator bisnis untuk membina &amp; membimbing mereka selanjutnya. Berbagai kopi darat dan meetup antar startup pun perlu diberdayakan agar dapat menjadi wadah sharing ide, sehingga bukan tidak mungkin akan tercipta kolaborasi bisnis yg lebih luar biasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi untuk para marketer dan entrepreneur, bersiaplah untuk menghadapi landscape persaingan yg lebih cepat, digital &amp; horisontal (<strong>New Wave Marketing</strong>) di tahun-tahun mendatang. <img src='http://lewatmulut.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lewatmulut.com/2012/05/future-technology-2020/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
