Browsing articles in "Digital Marketing"

Digital Supermarket : Let Store Come to People!

May 20, 2012   //   by admin   //   Digital Marketing, Online Branding, Strategi Kreatif  //  No Comments

Di Korea Selatan, ada sebuah supermarket bernama Telco HomePlus yg menerapkan strategi digital marketing yg sangat inovatif demi meningkatkan penjualan.

Misi : Menjadi supermarket no. 1 tanpa menambah jumlah outlet.
Ide : Let the store come to people!
Eksekusi : Menempelkan poster yg bergambar berbagai barang jualan mereka di sebuah terminal kereta bawah tanah dimana banyak orang lalu-lalang.

creative online shopping

Yang menarik adalah ini bukanlah poster biasa. Orang-orang dapat membeli barang yg tergambar di poster tersebut melalui ponsel masing-masing. Pembeli cukup meng-scan QR (Quick Response) Code di setiap barang.

QR Code merupakan kode yg sekilas mirip dengan barcode yg berbentuk batang. Perbedaannya adalah QR Code memiliki kapasitas lebih tinggi dalam menyimpan berbagai jenis data, seperti data numerik, alfabet, huruf kanji, hiragana, kode biner, dsb.

barcode mobile marketing

Dengan strategi mobile marketing yg diintegrasikan dengan situs e-commerce Tesco.com, maka Telco HomePlus sukses besar menciptakan Word of Mouth di kalangan rakyat Korea Selatan. Dalam sekejap jumlah anggota baru yg terdaftar di situs meningkat sebesar 76%. Dan jumlah online sales meningkat sebesar 130%.

Mungkin ini saatnya supermarket lokal meniru langkah Telco HomePlus dalam menciptakan gebrakan baru dalam strategi Experiential Marketing kepada pembeli. :)

2014 : Saatnya Era Politik 2.0

May 20, 2012   //   by admin   //   Digital Marketing, Online Branding, Studi Kasus  //  No Comments

politik social media

Tidak terasa 2 tahun lagi tahun 2014 yg berarti waktunya pesta demokrasi terbesar di negeri ini : Pemilu RI 1 & 2. Gaungnya bahkan sudah kita rasakan akhir-akhir ini seperti digadang-gadangnya Sri Mulyani sebagai capres melalui partai SRI, masuknya sang bos MNC Hary Tanoe untuk memperkuat kiprah Nasdem, isu Ani Yudhoyono sebagai pengganti SBY, dsb.

Yg menarik disimak saat pesta demokrasi itu tiba adalah bagaimana strategi marketing politik yg akan dilancarkan oleh setiap calon. Ada yg menerapkan teknik konvensional seperti mengadakan orasi di suatu tempat beserta hiburannya yg tidak akan jauh-jauh dari goyangan “erotis” penyanyi dangdut. Namun ada pula yg menerapkan terobosan baru melalui pendekatan gerilya dan bawah tanah, yaitu Web 2.0 Campaign. Contoh strategi social media paling anyar adalah di tahun 2008 saat Obama memenangkan pemilu dengan sangat fenomenal, seorang kulit hitam yg dapat menjadi presiden di negara adidaya yg dulunya terkenal dengan “rasisme hitam”. Saat itu Obama menjadikan teknologi Web 2.0 sebagai senjata utamanya seperti :

  1. Membangun website pribadi barackobama.com dan secara konsisten menyalurkan berbagai gagasannya di sana
  2. 45.000 follower di Twitter
  3. Memiliki lebih dari 1.5 juta teman di MySpace & Facebook
  4. Mengupload video berbagai orasinya di YouTube beserta kumpulan foto kegiatan di Flickr
  5. Intens menyapa voter potensial melalui Blackberry Messenger

See?! Era baru social media diyakini akan membawa perubahan signifikan dalam gaya berpolitik di Indonesia. Media komunikasi (internet) yg semakin horisontal membuat semua orang, khususnya kelas akar rumput dapat memiliki kesempatan yg sama dalam menyuarakan opini dan aspirasinya atas capres tertentu. politik social media

Saya akan coba rangkumkan beberapa strategi Politik 2.0 yg saya kutip dari timeline di twitter saya sendiri @lewatmulut di hashtag #digitalbranding:

  1. Bangun tim khusus yg dedicated, biasa disebut dengan Social Media Helpdesk.
  2. Susun blueprint yg jelas dalam penggunaan berbagai fungsi dari tools social media agar tidak terjadi blunder.
  3. Website pribadi dijadikan sebagai Head Office, semua informasi harus bersumber dari sana agar mudah pengelolaannya.
  4. Facebook dapat dimanfaatkan untuk membangun komunitas yg kuat. Sering-seringlah berbagi konten dan diskusi dengan anggota grup FB.
  5. Twitter harus dijadikan sebagai penghembus berita sehingga terjadi Buzz Marketing. Jangan lupa untuk konsisten me-link ke website pribadi di setiap tweet.
  6. Jika perlu gunakan jasa para buzz-er yg punya kredibilitas & pengaruh tinggi sebagai jembatan dari penyampaian visi capres.
  7. Tim secara berkala memantau perkembangan berita di forum, seperti Kaskus dan blog-blog berpengaruh lainnya. Hal ini bertujuan agar tim dapat sesegera mungkin meng-counter berita negatif yg cenderung cepat berhembus & menyebar luas di internet.
  8. Satu tips penting : Jangan pernah berhenti untuk terus berdiskusi dengan para blogger, tweeps, facebook-ers, dsb. Karena saat itu akan terjadi perang visi & gagasan yg intens antar para capres di social media. Gagasan yg menarik dan akan memenangkan hati bukanlah gagasan yg sangat idealis & membumbung tinggi, namun gagasan yg membumi, konkrit & mampu dipahami oleh semua orang (dengan level pendidikan yg rendah sekalipun). :)

Menarik utk melihat sepak terjang capres & tim marketingnya pada pemilu 2014 nanti. Last word from me : Enjoy the New Style of Indonesia Politics 2.0! ;)

Online Brand Ambassador

May 20, 2012   //   by admin   //   Digital Marketing, Online Branding, Teori Marketing  //  No Comments

Baru-baru ini New York Times dan Latitude Research membuat penelitian berjudul “The Psychology of Sharing”. Jadi penelitian ini tujuannya untuk menggali kenapa sih orang mau berbagi konten di dunia maya?

Dengan menggunakan sampel 2.500 responden pengguna online dari New York, Chicago, dan San Francisco, berikut hasil pengelompokkan tipe pengguna internet berdasarkan motivasi mereka dalam berbagi konten :

  1. Altruists : membagikan konten krn ingin membantu (helpful) dan ingin dikenal sbg sumber informasi yg kredibel. Biasanya menggunakan FB & Milis.
  2. altruists

  3. Careerists : mereka adalah seorang dg tingkat pendidikan yg tinggi dan ingin mendapatkan reputasi dg membagikan konten full of knowledge yg cenderung serius & profesional. Lebih suka menggunakan LinkedIn & Milis.
  4. careerists

  5. Hipsters : generasi muda yg hidup di era informasi. Mereka sangat antusias dan enjoy dg Twitter & FB dengan membagikan konten yg unik, keren, dan kreatif. Mereka berbagi karena ingin membangun identitas (eksis) di dunia maya. Suka dg semua bentuk media sosial, seperti FB, Twitter, Tumblr, milis, dsb.
  6. hipsters

  7. Boomerangs : tipe pencari feedback atas konten yg disebarnya di internet. Mereka cenderung hanya ingin mendapatkan traffic dari konten utk mendapatkan keuntungan material. Suka dengan semua bentuk media sosial.
  8. boomerangs

  9. Selectives : Orang yg sangat selektif, berpikir serius atas konten apa yg akan dibagikan dan kepada siapa akan dibagikan. Mereka suka menampilkan ciri khas mereka dalam kemasan konten yang dibagikan, dan berharap respon dari pengguna lain. Biasanya hanya menggunakan milis.
  10. selectives

  11. Connectors : Mereka menganggap kegiatan berbagi sebagai cara untuk tetap terhubung dg pengguna lain dalam jaringan. Mereka menikmati kegiatan berbagi, melakukannya kapan mereka anggap itu perlu. Biasanya menggunakan FB atau email.
  12. connectors

Nah, sekarang kita sudah tahu tipe motivasi orang dalam membagikan konten. Setelah itu saatnya mengidentifikasi karakter mana yg cocok utk menjadi Brand Ambassador dari produk kita tergantung dari aktivitas marketing saat itu, yaitu :

  1. Product Launching – serahkan kepada the Hipsters & Boomerangs karena di saat ini dibutuhkan seorang buzz marketer yg sangat aktif dan tidak selektif terhadap konten apapun yg mereka bagikan. Tarik perhatian mereka dengan tweet-tweet yg cenderung provokatif, contohnya seperti “jgn beli produk baru ini karena bisa ketagihan! no RT plis”, biasanya justru mereka dengan senang hati akan me-retweet atau share kepada para follower ;)
  2. Complaint/Negative Feedback Handling – cocok dengan the Altruists yg helpful sehingga akan cenderung lebih soft dalam menangani komplain.
  3. Product Communication – dengan tingginya kualitas konten yg dapat mereka berikan secara profesional, the Careerists dan Selectives dapat mengedukasi pelanggan maupun calon pelanggan mengenai berbagai macam hal terkait produk atau sekedar tips2 menarik. Biasanya diwujudkan dalam bentuk Blog.
  4. Retention Program – the Connectors akan berperan layaknya jejaring laba-laba yg siap menjaga loyalitas pelanggan dengan selalu mengkomunikasikan update2 terbaru dari produk atau bahkan hanya sekedar say “halo, apa kabar!?” di FB dan Twitter :) .

Ketika kita mampu menaruh agen marketing the right person in the right place in the right time, pastinya kegiatan branding online akan jauh2 lebih efektif dalam meningkatkan engagement pelanggan terhadap produk kita.

Mesin Persahabatan Coca-Cola

May 18, 2012   //   by admin   //   Digital Marketing, Strategi Kreatif, Studi Kasus  //  No Comments

Tidak usah banyak kata, just enjoy video strategi Marketing Coca-Cola di Friendship Vending Machine. Saya jamin pasti merinding habis nontonnya, hehehe.. :D

THE BEST RESULT
Making Friends Get Together to Celebrate Their Day

Coca-cola menerapkan strategi anti-marketing yg sangat hebat. Vending machine yg tinggi & besar tentu saja menyulitkan orang-orang untuk membeli yg secara logika pasti tingkat penjualan akan menurun. Namun kenyataannya tidak seperti itu, orang-orang justru lebih bersemangat untuk memanjat dengan bantuan temannya.

Wow! Eksekusi yg sangat indah karena sesuai sekali dengan tagline “Friendship” yg diusung oleh Coca Cola.

(saya tidak habis pikir bagaimana mereka mendapatkan ide sebrilian itu)

Strategi marketing yg gokil tersebut mencetak prestasi :

  • 800 cokes terjual dalam 9 jam di setiap vending machine
  • cokes yg terjual sebesar 1075% lebih banyak dibandingkan dengan vending machine biasa
  • Ribuan komentar di blog & social network –> Create (really) Huge Word of Mouth

Be inspired, my friends! :)

Future Technology 2020

May 16, 2012   //   by admin   //   Digital Marketing, Online Branding  //  No Comments

Iseng-iseng ke Youtube dan melihat what world will be like in next 9 years. Setelah saya selesai menontonnya, sepertinya teknologi kita sudah siap dan mungkin tidak perlu menunggu hingga 2020 untuk dapat merasakan keindahan dunia digital di sekeliling kita.

Apakah Indonesia siap dengan semua teknologi tersebut? Saya optimis kita dapat mencapainya dengan tumbuhnya berbagai startup digital yg mengeluarkan berbagai produk inovatif dan model bisnis yg keluar dari pakem-pakem konvensional. Lihat saja bagaimana kreatifnya bisnis para pemenang SparX Up Awards 2011. Ada Bistip.com sebagai platform yg memungkinkan orang untuk menitip barang dari traveller di luar negeri, kemudian ada juga Ngomik.com sebagai salah satu portal komik terbesar di Indonesia, dsb..dsb..

Yg sekarang perlu dilakukan agar digital startup tidak mati adalah membuat sebuah inkubator bisnis untuk membina & membimbing mereka selanjutnya. Berbagai kopi darat dan meetup antar startup pun perlu diberdayakan agar dapat menjadi wadah sharing ide, sehingga bukan tidak mungkin akan tercipta kolaborasi bisnis yg lebih luar biasa.

Jadi untuk para marketer dan entrepreneur, bersiaplah untuk menghadapi landscape persaingan yg lebih cepat, digital & horisontal (New Wave Marketing) di tahun-tahun mendatang. ;)

9 Strategi Digital Marketing

May 12, 2012   //   by admin   //   Digital Marketing, Online Branding, Teori Marketing  //  1 Comment

Digital Marketing merupakan salah satu channel yg sedang “happening” sekarang. Para perusahaan pun berlomba-lomba masuk ke ranah ini untuk menikmati lezatnya Word of Mouth dari para netizen yg efeknya sangat dahsyat untuk brand awareness dan tentunya meningkatkan penjualan. Tentunya agar dapat memberikan hasil optimal, perlu strategi khusus untuk menggarap kegiatan kampanye di dunia maya.

Inilah 9 taktik digital marketing yg saya amati dari berbagai perusahaan yg sukses dalam menggarap Digital Marketing :

1.  What is My Goal?

Tahu tujuan perusahaan masuk ke channel digital, apakah ingin meningkatkan brand awareness, penjualan, complaint handling, membangun komunitas, dsb. Goals ini juga jangan lupa dikomunikasikan ke seluruh karyawan agar setiap orang memiliki visi yg sama.

2.  Just be Human

Manusia kadang bisa lucu, konyol, serius & membuat kesalahan. Dalam berkomunikasi dengan penduduk dunia maya (netizen) melalui twitter, facebook fans page atau blog, janganlah terlalu kaku dan defensif.

3.  I’m Responsive

Jika ada customer yg bertanya/keluh kesah tentang produk, segeralah direspon dan meminta maaf jika memang itu kesalahan dari pihak perusahaan. Jangan sampai customer merasa dicuekin karena itu akan menciptakan Word of Mouth negatif.

4.  Say No to Hard Selling!

Netizen tidak suka promosi konten yg terlalu gencar. Mereka sudah cukup “gerah” dengan berbagai promosi di dunia offline seperti televisi, radio, billboard, spanduk, dsb. Lebih kreatiflah dengan soft selling, seperti kuis, kontes, dsb.

5.  Follow the Crowd

Carilah topik yg sedang tren saat itu dan manfaatkan. Sesekali coba berada di posisi customer yg passionate terhadap topik-topik tertentu dengan ikut nimbrung ngobrol bersama mereka. ;)

6.  Keep Monitoring

Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan brand apakah lebih banyak pembicaraan positif, netral atau bahkan negatif. Salah satu caranya adalah dengan menghitung kualitas & kuantitas mention di twitter, banyaknya fans/follower di FB & twitter, jumlah share konten di FB atau social networking site (Digg, Delicious), jumlah visitor di blog, dsb.

7.  FB vs Twitter

Bedakan gaya promosi antara FB yg sifatnya lebih kepada community-based dengan twitter yg penyampaiannya lebih personal & kontekstual.

8.  Know Exactly Ur Follower

Cari tahu persis bagaimana profil dominan follower/fans perusahaan di dunia maya. Tujuannya agar gaya bahasa yg digunakan dapat sesuai dan pas di hati mereka.

9.  Give Reward

Sesering mungkin berikan hadiah/gratisan kepada customer agar lebih loyal kepada brand. Teknik rewarding juga biasanya banyak digunakan oleh perusahaan untuk memperluas coverage customer karena dapat menciptakan Word of Mouth.

9 strategi Digital Marketing di atas wajib dilakukan jika ingin menuai sukses di dunia maya. Hal penting lainnya yg patut dicermati sebelum perusahaan terjun di social media adalah mengenai kesiapan internal perusahaan. Salah satu indikatornya adalah adanya unit kerja khusus yg menangani berbagai aktivitas di social media, biasa disebut dengan Social Media Helpdesk. Jika belum, segeralah untuk memulai demi menikmati lezatnya dunia digital! ;)

3C : Strategi Word of Mouth

May 12, 2012   //   by admin   //   Digital Marketing, Online Branding, Teori Marketing  //  No Comments

Begitu banyak perusahaan yg mulai go-digital seiring dengan makin tingginya awareness akan pentingnya eksistansi brand di ranah maya. Peran social media sebagai salah satu channel marketing yg efektif (low budget high impact) mulai sedikit demi sedikit dirasakan oleh petinggi perusahaan.

Berbagai macam strategi di social media pun dilancarkan untuk mendongkrak penjualan, meningkatkan buzz dalam product launching maupun untuk mempererat hubungan dengan customer (fungsi public relation). Lazimnya strategi yg saat ini sering digunakan berkisar di Facebook Fan Page, official Twitter, website/blog, dan mobile app (meskipun yg disebut terakhir belum banyak dioptimalkan). Berbagai tools social media tersebut tentunya harus diintegrasikan sedemikian rupa sehingga memiliki blueprint yg jelas dalam penggunaannya.

Nah, berdasarkan hasil pengamatan saya, ada 3 faktor utama dalam digital campaign yg sukses, yaitu Comedy, Competition, Curiosity (disingkat dengan 3C). ;)

1. Comedy

Sesuatu yg lucu pasti menarik customer, lihat bagaimana suksesnya Opera van Java, Extravaganza, dsb. Hal ini pun berlaku juga di dunia digital. Digital campaign atau bisnis online yg sukses biasanya melibatkan unsur komedi dalam program maupun kemasannya.

2. Competition

Kompetisi itu bensinnya hidup. Semua orang terutama anak muda senang berkompetisi dalam menunjukkan eksistensi, mendapatkan pengakuan maupun hanya sekedar mengejar hadiah. Alasan-alasan inilah yg menjelaskan mengapa faktor kompetisi dalam strategi digital biasanya menciptakan word of mouth yg tinggi, apalagi kalau hadiah yg diberikan terbilang besar.

GantiBaju.com merupakan salah satu e-commerce yg memaksimalkan faktor kompetisi dalam model bisnis mereka.

3. Curiosity

Faktor sukses untuk dapat eksis di dunia online adalah jika dapat terus memancing rasa penasaran customer. Oleh karena itu, konten di sini memegang peranan vital, dimana konten yg tersedia harus terus up-to-date, menarik, dan membuat customer ingin datang lagi, lagi, dan lagi. Konten yg dimaksud dapat berupa artikel, games, informasi produk, dsb.

Itulah 3 faktor utama dalam kesuksesan digital campaign maupun bisnis online karena dapat menciptakan Word of Mouth yg tinggi di antara para netter. Jika sampai saat ini strategi digital campaign yg Anda rancang tidak mampu mendongkrak sales atau bisnis online yg Anda miliki selalu sepi dan tidak membuahkan hasil, mungkin ini saatnya untuk memeriksa apakah unsur Comedy, Competition, atau Curiosity sudah terdapat dalam model bisnis yg Anda miliki.

Sukses! :)

Support

Untuk pemesanan Full Package atau Custom Order :



Email : support@lewatmulut.com
YM : r14n_knight13
HP : 0818688877

Award

Internet Sehat

Who visit us?

Timeline Twitter